+62822-3151-6599 Contact@gvpnd.com

Wisata Goa Reregan Berlokasi di desa wisata selasari, kampung salakambang kecamatan Parigi, kabupaten Pangandaran. Goa Sutra Reregan dapat di tempuh dalam waktu 1 jam perjalanan dari pusat Pemerintahan Kabupaten Pangandaran. Berbatasan langsung dengan Desa Cintaratu di sebelah selatan dan Desa Bangunkarya.

Goa Sutra Reregan terdiri dari rangkaian goa-goa yang memiliki relief atau ornamen-ornamen. Goa ini terbentuk dari pergeseran lempeng bumi yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Di dalam goa terdapat aliran air. Aliran air ini terbentuk dari pergerakan air bawah tanah. Sehingga muncul lubang besar berbentuk goa. Meskipun dalam keadaan hujan sekalipun, air yang terdapat dalam goa tetap jernih.

Relief di goa ini berbentuk stalagmit, stalagtit, column, soda straws, flow stone dan Rims stone dams. “Relief-relief atau ornamen di goa ini 80 persen masih aktif. Artinya, masih terus bertambah ukurannya seiring dengan rembesan air tanah yang keluar dari stalagtit atau tetesan air yang menimpa lantai, sehingga nantinya akan terbentuk stalagmit,” terangnya.

Pemandangan di Bukit Sutrareregan
Pemandangan di Bukit Sutrareregan

Debit air yang cukup di Goa Sutra Reregan sangat dimungkinkan untuk dibuat kolam renang buatan. Hal itu untuk menambah aktivitas wisatawan.Lokasi perbukitannya juga sangat berpotensi untuk pengembangan agro wisata dan dibangun arena Playing Fox. Selain itu, bisa dibuat saung gazebo untuk tempat bersantai wisatawan.

Berdasarkan hasil penelitian sementara yang dilakukan Dirjen Arkeologi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, disebutkan bahwa di Goa Sutra Reregan terdapat peninggalan manusia purba. Temuan itu berupa perkakas purba dan sisa-sisa makanan manusia purba.

Goa Sutra Reregen diambil dari istilah bahasa sunda. Reregan artinya jajaran atau struktur. Nama itu menggambarkan bahwa goa tersebut memiliki ornamen berjajar dan berstruktur. Goa Sutra Reregan merupakan goa induk dari beberapa goa lainnya yang ada di Desa Selasari. Karena goa-goa yang ada di daerah itu saling berhubungan, baik dari sejarah maupun letak geografisnya. Goa Reregan atau disebut juga Sutera Reregan ini, dahulunya merupakan tempat “Panyipuhan” atau tempat ritual untuk mencapai ilmu gaib.

Di goa itupun terdapat mitos kuat yang masih diyakini warga sekitar. Konon dulunya di seluruh bagian bebatuan yang ada di Gua Reregan merupakan peralatan gamelan sunda yang dimainkan oleh jelmaan mahluk-mahluk halus. Menurut cerita orang tua setempat, pada beberapa puluh tahun yang lalu, sering kejadian terdengar suara alunan gamelan dari dalam goa tersebut. Itu terjadi pada setiap malam tertentu. Alunan gamelannya sangat merdu. Hentakan gamelannya pun tidak seperti biasanya. Ada unsur magis dan sulit dimainkan oleh seniman handal sekalipun. Tetapi suara gamelan mistis itu sekarang sudah tidak terdengar lagi, seiring goa tersebut sering dimasuki manusia.

Namun begitu, kata Karsa, goa itu saat ini masih sering dikunjungi orang untuk bertapa, terutama para seniman sunda, baik sinden (penyanyi) maupun nayaga (orang memainkan gamelan sunda). Pada jaman dulu di dalam goa ada gamelan yang sudah diisi kekuatan gaib. Banyak Nayaga yang bertapa sembari memainkan gamelan tersebut. Kalau sudah bertapa di goa itu, kemampuan bermain gamelannya dipastikan jadi lebih mahir. Tapi gamelan itu sekarang sudah tidak ada. Karena ada orang yang meminjam, tapi tidak dikembalikan lagi.

Di dekat Goa Reregan, terdapat goa yang disebut Goa Parat. Disebut Goa Parat karena bentuknya memanjang yang tembus dari pintu utama sampai ke pintu keluar di ujung gua. Di dalam goa itu terdapat bebatuan stalagtit dan stalakmit serta terdapat beberapa batu yang menyerupai wayang. Di goa ini terdapat bebatuan yang menyerupai gamelan. Sementara di atas goa terdapat batu besar memanjang yang menyerupai tempat tidur. Batu itu kerap dijadikan tempat tidur oleh orang-orang yang bertapa.

Di dekat Goa Reregan, masih terdapat goa lainnya, yakni Goa Citulan. Goa ini cukup unik. Karena untuk sampai ke goa itu, harus menyebrangi aliran sungai yang berada di dalam goa dengan cara berenang. Goa Citalun pun dikenal sebagai tempat panyipuhan atau bertapa para seniman sunda. Mulai dari sinden dan penari ronggeng, sering melakukan ritual mandi di dalam goa. Mereka melakukan ritual mandi dengan harapan bisa lebih terkenal, terlihat lebih cantik dan memiliki kemampuan bermain seni yang baik.

Goa Sutra Reregan tidak hanya wisata goa yang dapat kita nikmati, namun kita dapat menikmati beberapa spot selfie di atas perahu dengan hamparan hutan yang hijau, dan ada juga beberapa spot lainya yang indah tentunya.

Leave a Reply

Please rate*

Tour Search

Pangandaran Golden Visage

is a local Pangandaran Tours Agency based in Pangandaran, West Java – Indonesia. Pangandaran Golden Visage is runned by a local pangandaran guide, Iwa Purwana Suganda and he’s Team – an expert of Pangandaran Tours & Adventures who has been working in the Pangandaran tourism industry for many years and has an excellent track record in serving travelers from all over the world.


Ada Pertanyaan?

Jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami sangat senang untuk bisa berbicara dengan Anda.

+6282231516599

contact@gvpangandaran.com