+62822-3151-6599 Contact@gvpnd.com

Aksebilitas Menuju Wisata Pangandaran Kini Semakin Mudah dan Nyaman

Pangandaran, 09 Agustus 2019, Aksebilitas menuju wisata pangandaran kini semakin mudah dan nyaman dengan akan di reaktivasinya jalur kereta menuju pangandaran, pembangunan pelabuhan internasional bojongsalawe, dan pelebaran landasan Bandar Udara Nusawiru.

Kasi Angkutan Mahmudin Syah, S.IP Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran menyampaikan “Rencana reaktivasi jalur kereta api banjar menuju pangandaran yang berhenti beroprasi sejak tahun 1982 yang melewati rute sepanjang 82 kilometer ke setasiun cijulang baru sampai tahapan study, perencanaan dan sosialisasi selanjutnya akan dilaksanakan penertiban bangunan yang berada di atas jalur dan pembebasan lahan untuk pembangunan stasiun baru yang kurang lebih membutuhkan anggaran sebesar Rp 15 miliar per kilometer. Ini ada 80 kilometer. Tinggal dikali, bisa lebih dari Rp 1 triliun,” ucapnya.

Mahmudin Syah, S.IP juga menambahkan “tujuan reaktivasi jalur kereta api menuju Pangandaran ini merupakan salah satu upaya untuk meningkankan kunjungan wisata dengan mempermudah aksesibilitas menjangkau kawasan wisata Pantai Karapyak, Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya dengan lebih nyaman, mudah dan murah”. katanya.

Pembangunan dermaga pelabuhan samudera di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, telah dimulai dengan dilakukan pemancangan tiang pancang yang digunakan berukuran 80 sentimeter dengan panjang 9 hingga 12 meter sejak bulan Juli 2013 lalu, sekarang sudah memasuki tahap finishing. ”Tinggal pekerjaan bangunan yang ada di darat saja, seperti jalan masuk, pemagaran area parkir dan lain-lain, pelabuhan bisa menampung kapal wisata dan kapal nelayan mencapai 100 gross ton. Jadi kapal dengan ukuran besar bisa bersandar disini. Rencana, pelabuhan ini menjadi pelabuhan utama untuk pelayanan niaga sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Kabupaten Pangandaran” terangnya.

Dengan adanya program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pangandaran, Bandara Nusawiru yang terletak di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang bakal berubah kelas dari kelas 3 menjadi kelas 1.
Bandara yang diresmikan pada 22 Agustus 1996 oleh Gubernur Jawa Barat R Nuriana dan Menteri Perhubungan RI Haryanto Dhanutirto saat ini memiliki panjang runway 1.400 meter dan lebar runway 30 meter, dengan adanya program KEK, panjang runway Bandara Nusawiru akan diubah menjadi 2.500 meter dengan lebar runway 45 meter. Saat ini Bandara Nusawiru hanya tersedia pesawat ATR dan fasilitas pendukung penerbangan belum sepenuhnya memadai, setelah program KEK dimulai, pesawat yang akan beroperasi di antaranya ATR 72 dengan kelengkapan fasilitas ekstra. “Jika sarana dan fasilitas sudah memadai maka status tipe kelas secara otomatis akan berubah menjadi bandara kelas 1,” katanya.

Saat ini aktivitas di Bandara Nusawiru hanya dua kali penerbangan yakni dari Bandara Nusawiru ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta pukul 06.00 WIB dan dari Jakarta ke Bandara Nusawiru pukul 13.00 WIB dengan kapasitas penumpang untuk pesawat yang saat ini beroperasi hanya untuk 12 orang dengan tarif Rp900.000. “Jika nanti sudah jadi kelas 1 maka pesawat yang bakal beroperasi ATR 72 dan ongkosnya pun akan murah, di kisaran Rp700.000,” katanya.

Sebagai informasi tambahan transportasi ke pangandaran menggunakan jalur darat mobil dan kendaraan umum dari Jakarta ke Pangandaran (355 km), dapat menaiki bus dari Kampung Rambutan selain itu dari Bandung (236 km), dapat menaiki bus dari Terminal Cicaheum, dengan pilihan AC dan Non-AC. dan juga dari Yogyakarta (385 km), dapat menaiki bus dari terminal giwangan langsung menuju terminal pangandaran yang berjarak 1,1 km (14 menit) menuju Pantai Barat Pangandaran.

Transportasi ke pangandaran menggunakan kereta dapat menaiki jurusan menuju stasiun banjar selanjutnya menaiki bus ataupun travel shuttle menuju Pantai Pangandaran. Transportasi ke pangandaran menggunakan jalur udara menggunakan pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) menuju Bandara Nusawiru (Pangandaran).

Leave a Reply

Please rate*

Tour Search

Pangandaran Golden Visage

is a local Pangandaran Tours Agency based in Pangandaran, West Java – Indonesia. Pangandaran Golden Visage is runned by a local pangandaran guide, Iwa Purwana Suganda and he’s Team – an expert of Pangandaran Tours & Adventures who has been working in the Pangandaran tourism industry for many years and has an excellent track record in serving travelers from all over the world.


Ada Pertanyaan?

Jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami sangat senang untuk bisa berbicara dengan Anda.

+6282231516599

contact@gvpangandaran.com